TEKS ANEKDOT
Oleh Salma Nur Aeni
BEGAL DAN BATIK
Suatu hari, ada Pak Karta dan Pak Dodi yang
sedang duduk santai sambil membaca koran masing-masing di pos kamling di dusun
mereka. Suasana sangat hening dan damai, hingga Pak Dodi membuka
pembicaraan, “Pak Karta, sekarang banyak sekali ya, kasus – kasus pembegalan,”
kata Pak Dodi. “Iya ini pak, payah sekali ini, dan banyak pula korban-korban
dari para begal ini pak, dari yang kehilangan harta, sampai sampai badannya
kena pukul dengan benda-benda tumpul yang dibawa begal-begal itu,” sahut Pak
Karta dengan logat Jawa nya.
“Apa ya tidak ada tindak lanjut pak dari pihak
– pihak yang berwenang agar kasus-kasus ini segera tuntas, atau kalau tidak,
pelaku-pelaku tindak kriminal itu diberi pencerahan melalui sosialisasi-sosialisasi
agar mereka tergerak untuk bertobat,” tambah Pak Karta dengan panjang lebar.
Sesaat suasana menjadi hening kembali,
kemudian Pak Dodi angkat bicara, “Bapak pikir segampang itu membuat orang untuk
bertobat? Kalo ingin instan ya suruh saja para pembegal itu pake baju batik
setiap hari,” kata Pak Dodi.
“Lha kok baju
batik Pak Dod?,” Tanya Pak Karta penasaran. “Ya kan batik itu ‘baju anti tindak kriminal’, selain itu,
disisi lain kan bisa meningkatkan rasa cinta indonesia buat para pembegal itu,”
jawab Pak Dodi dengan santai. Pak Karta pun
menjawab, “Wah wah.. Benar juga itu pak, bisa diusulkan ke pihak yang
berwajib itu, hahaha,” sahut Pak Karta dengan gelak tawanya.
Lalu suasana kembali hening dan mereka kembali
membaca koran mereka masing- masing.
Ya, terima kasih. Sekali lagi gunakan ukuran huruf yang membuat enak dibaca!
BalasHapus